Senin, 09 Februari 2015

Kisah Yomi si Kucing

"Miaaaauuuuwwww" - Yomi

Assalamualaikum...
Kali ini aku bakal cerita tentang kisah memilukan tentang kucing yang sangat menguras air mata. Hachiko? Lewaaaat. Yomi ini bukan cuma nunggu aku di depan stasiun tiap hari, tapi juga nunggu bapak, mamak, sama reza. Iya, rasa lapar Yomi muncul lebih cepat daripada rata-rata kucing lainnya. Yomi juga bukan karnivora sebagaimana kucing lainnya (kucing karnivora kan? aku bukan anak IPA soalnya). Dia makan segala macam makanan, mulai dari wishkas, ikan, tulang belulang, sampe kolak kacang ijo yang bapak beli di depan rumah makan Es Mini di Blitar. Waktu siang-siang yang panas, matahari sangat terik sampe rasanya masuk ke dalam rumah, aku buka kulkas buat nyari jajan. Ternyata ada kolak kacang ijo. Kemudian dari kejauhan aku denger suara langkah kaki. Ternyata Yomi yang habis godain kucing kucing di perumahan dateng denger dan mencium bau enak. Yomi emang gitu, kalo makanan aja nurut disuruh duduk, berdiri, berbaring, belanja sayur ke warung depan juga manut. Kemudian dia memasang muka sok imut dan seperti bilang 'oke... aku nunggu bagianku disini'.


Selain suka kolak kacang ijo, dia juga suka kebab baba rafi. Jadi, sebagaimana orang yang punya peliharaan lainnya, aku mikir 'ini sapa yang majikan sapa yang peliharaan?'. Karna, dibayanganku (karena kebanyakan nonton acara sirkus sirkus di tipi dan cat 101) peliharaan bisa disuruh ngapa-ngapain. Ngerjain tugas kuliah misalnya.

Dibalik segala keceriaan (dan lemak) Yomi, tertulis kisah yang sangat mengharukan tentang dia mulai dari lahir hingga saat ini. Iya. Sekarang kalian bisa ambil tisu.

Yomi lahir dari rahim seekor kucing betina cantik bernama 'Baby'. Oh iya! Nama Baby terinspirasi dari lagunya Sistar 'Push Push Baby'. Dan cara manggil Baby harus sambil nyanyi lagu Push Push Baby. Kalo gak gitu dia gak dateng dan malah gigitin jempol kaki. Begitu juga dengan Yomi yang harus dipanggil dengan nada falseto. Kalo gak, dia bakal lupa sama sapa yang setiap hari ngasih dia makan. Sebelumnya, Baby punya anak yang aku kasih nama Push Push (kreatif abis). Mereka keluarga bahagia. Namun, waktu gunung Kelud meletus, si Push Push malah lari lari gitu dan malah diambil tetangga. Sedih. Aku bingung harus gabung tetangga liatin gunung meletus apa ngerebut Push Push dari dekapan tetangga.

Lanjut. Yomi lahir dari rahim Baby. Hasil perkawinannya dengan seekor kucing gendut. Nah, Kucing gendut ini kita sebut 'bapak'. Si bapak ini badannya gendut. Dan dibandingkan kucing yang pernah aku liat, dia cukup gede. Dan si bapak sukanya nyakar-nyakarin kucing lain. Kalo di dunia manusia, bapaknya ini semacam preman. Tapi, Baby tetap sayang sama suaminya. Tiap suaminya dateng pasti dicium-ciumin. Aku yang ngeliat dari balik jendela sampe nangis. Baby punya pasangan, kok aku gak?

Setelah lama pacaran, akhirya Baby dan si bapak menikah. Mereka termasuk kucing alim, menikah demi menghinari fitnah. Akhirnya mereka dibuahi dua ekor anak kembar yang aku kasih nama Yomi dan Komi. Tapi, kemudian Baby hilang (beritanya sih diambil sama temennya si Reza). Yomi dan Komi belum sempat mencicipi ASI dari ibu kandungnya sendiri. Dua kucing kecil yang malang ini akhirnya dipelihara oleh kucing mas mas yang aku kasih nama Eyo!. Harus pake tanda seru. Eyo! sendiri dinamakan Eyo! karena habis aku nyanyi lagunya SNSD I Got a Boy, dia pasti datang. Eyo! melindungi Yomi dan Komi. Kabar punya kabar, si bapak menikah lagi dengan ibu tiri. Seperti yang kebanyakan kita liat di film, ibu tiri pasti jahat. Begitu juga ibu tiri Yomi dan Komi. Setiap malem datang tanpa si bapak dan mulai nyakar nyakarin, Yomi, Komi, dan Eyo!. Tapi, kalo ada si bapak, pasti Yomi sama Komi gak diapa-apain. Yomi sendiri karena dia kucing yang sangat ceria, setiap dicakar malah cengangas cengengesan. Beda sama Komi yang pendiam, dia pasrah dan siap akan apa saja yang dihadapinya. Lama-kelamaan, Komi ini semacam stres dan gak mau makan. Dikasih makan dia gak mau makan, akhirnya lama-lama badannya kecil dan akhirnya....dia meninggal. Ternyata, arti dari nama Yomi dalam bahasa Korea berasal dari kata Kwiyomi yang berarti lucu. Sementara Komi, berarti kecil. Aku salah ngasih nama. Sama kayak kucingku sebelumnya aku kasih nama Pusi dan Puso. Dan puso meninggal. Setelah liat di kamus bahasa Indonesia, Puso artinya kemarau. Pantesan dia meninggal karena kekeringan kurang cairan.

Kembali ke kisah Yomi. Yomi akhirnya hidup berdua sama Eyo!. Eyo! yang selalu melindungi Yomi. Kalo aku lagi ngasih makan, Eyo! gak pernah makan sampe Yomi selesai makan. Aku sampe hampir nangis.

Sekarang, Yomi sudah tumbuh menjadi remaja kucing yang baik (amin). Dia kemaren hampir dikawinin sama kucing hitam yang kayak kucing jin jin gitu. Serem abis. Yomi mau dikawinin dibawah umur. Kalo manusia, Yomi mungkin udah nuntut ke komnas HAM anak dan bergaul sama kak Seto kemudian di ajak main acara anak-anak.

Baby pun sampai saat ini gak pernah kembali. Dia sudah hilang (lebih tepatnya diculik) dan hidup bahagia dengan keluarga lain (lebih tepatnya dipaksa kawin).

Yomi sendiri adalah satu-satunya makhluk hidup yang mendengarkan aku apapun yang aku ceritakan. Iya. Dia cuma bisa mendengarkan. Kalo dia bisa jawab, mungkin aku udah dipisuh pisuhi karena keseringan curhat. Remaja kayak Yomi ini juga sering PMS dan labil. Kadang dia nangis kayak mau minta makan, tapi ternyata dia mau ngajak jalan jalan. Maklumlah remaja perempuan. Sulit dimengerti.

Yomi sendiri aku jodohin sama Eyo! yang akhir akhir ini sering bergaul sama kucing oranye tetangga belakang rumah. Dan aku curiga Eyo! pacaran sama salah satu dari mereka. Habis setiap ketemu pasti dicium ciumin. Akhirnya kucing oranye itu aku usir tapi Eyo! tetep ngikutin. Demikian cerita sedih si kucing Yomi. Semoga ada hikmah yang dapat di ambil.

2 komentar:

  1. hahhahaa always bikin ketawa pit.. ayok yg rajin nulisnyaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya teh. inspirasinya banyak tapi nulisnya males. doakan aku supaya jadi artis ya teh.

      Hapus