"A good house, a good car, will these things bring happiness?
In Seoul to the SKY, will parents really be happy?" BTS - N.O
Udah lama banget gak nulis di blog. Kalo mau nanya alesan sih ya paling jawabannya cuma satu. Banyak tugas, gak ada waktu buat yang lain. Nulis blog? Tidur aja sambil mimpiin tugas. Tugas. Tugas. Tugas. Yang kadang aku sampe gak ngerti apa yang aku lakuin. Buat apa? Kadang aku sampe lupa gimana rasanya hidup tanpa tugas. Haah -_-
Sebelum nulis blog ini, aku agak stres sama tugas kuliah yang buanyak. Buanget! Kemudian aku buka laptop, nyari lagu yang enak buat didengerin. Yang kalopun gak ngasih motivasi, paling gak bikin perasaan agak tenang. Terus aku buka playlist lagu dan nemuin satu lagu dari idol grup Korea *as always* kesukaanku, namanya BTS. Judul lagunya adalah N.O. Iya, itu yang aku jadiin quote di atas adalah liriknya yang udah di translate ke Inggris. Lagu ini intinya adalah bertanya tentang apa itu bahagia? Bagaimana itu bentuk bahagia? Sudahkah kita menemukan kebahagiaan kita?
Ini alasan kenapa aku suka sama BTS. Semua manusia pasti punya banyak pertanyaan dalam hidupnya. Termasuk aku. Banyaaaaaak banget pertanyaan dalam hidupku. Mulai dari siapa aku sampai kenapa aku harus begini? Banyak orang yang aku tanya, mulai dari temen sampe keluarga. Tapi, aku sering kecewa. Karena, meskipun aku bilang "iya" di depan mereka, tapi sebenernya bukan itu jawaban yang aku pingin. Kemudian, setelah kenal BTS, semua jawaban tentang kehidupanku seperti terjawab *backsoundnya kalo bisa lagu sendu biar terbawa suasana*. Sebenernya bukan cuma lagu N.O sih yang paling kena. Banyak lagu BTS yang bikin aku sadar "Oh! Jadi hidup ini begini to?".
Sek, aku demi Allah bukan mau promosi BTS supaya kalian beli albumnya! Sekali lagi BUKAN! Aku cuma nulis apa yang aku pikirin.
Akhir-akhir ini aku sering tanya tentang kebahagiaan. Apa sih itu bahagia? Seperti yang aku tulis di quote di atas, rumah yang bagus, mobil yang bagus, apa itu semuanya kebahagiaan? Kalo bukan lalu apa itu bahagia? Tujuan semua orang itu sama, mau bikin orang tuanya bahagia. Lalu, gimana caranya? Apakah menjadi orang kaya dan bisa keliling dunia bisa bikin orang tuamu bahagia?
Dreams disappeared, there was no time to rest
It’s a cycle of school, home or an Internet cafe
Everyone lives the same life
Students who are pressured to be number one live in between dreams and reality
It’s a cycle of school, home or an Internet cafe
Everyone lives the same life
Students who are pressured to be number one live in between dreams and reality
Lirik di atas juga liriknya lagu BTS N.O. Kadang aku mikir, sebelum kuliah aku punya cita-cita yang tinggi banget. Yang bahkan aku mikir, aku pasti bisa! Kemudian, pas kuliah, dapet tugas yang banyak banget, perlahan mimpiku mulai hilang. Mulai kehapus sedikit demi sedikit dan sekarang seperti hilang semua. Semua waktuku aku habisin buat mengerjakan sesuatu yang bahkan aku gak ngerti itu apa. Aku ngerjain sesuatu yang bahkan jauh dari bayanganku. Aku bahkan kadang bingung, aku ini mahasiswa apa? Dulu sebelum kuliah, aku punya bayangan kalo masuk jurusan ILKOM bisa bikin aku semakin baik dalam berkomunikasi, tapi apa yang aku pelajari bahkan bukan yang aku bayangkan. Aku kadang mikir ini udah terlalu jauh. Di antara semua temen aku merasa paling bodoh. Aku paling gak banget. Kadang bahkan aku gak ngerti, sebenernya aku yang lambat atau temenku yang berjalan terlalu cepat? Aku hidup untuk menjadi nomor satu, untuk menggapai mimpiku sendiri, tapi masih bingung sama realita yang ada.
Who is the one who made us into studying machines?
They classify us to either being number one or dropping out
They trap us in borders, the adults
There’s no choice but to consent
Even if we think simply, it’s the survival of the fittest
Who do you think is the one who makes us step on, even our close friends, to climb up? What?
They classify us to either being number one or dropping out
They trap us in borders, the adults
There’s no choice but to consent
Even if we think simply, it’s the survival of the fittest
Who do you think is the one who makes us step on, even our close friends, to climb up? What?
Semuanya sampai pada poin dimana aku ngerasa seperti mesin. Tau kan mesin? Mesin ketik, mesin jahit, komputer. Kadang kita pake komputer sesuka kita. Kita pake nulis blog, buat ngerjain tugas, buat internetan, semuanya sesuka kita. Kadang aku ngerasa gak ada bedanya dengan komputer. Aku bahkan gak tau apa yang aku lakuin. All I do is just doing what dosen says! Bukan mau nyalahin dosen sih, tapi mungkin dosen mikir kalo otak mahasiswa cuma buat mikir kuliah. Mungkin dosen lupa kalo mahasiswa punya hidup lain diluar kuliah. Mungkin. Gak ada pilihan lain. Kalo gak mau ngerjain ya gak dapet nilai, tau kan resikonya gak dapet nilai? Ngulang! Drop Out! Kata yang mengerikan buat mahasiswa.
Kata terakhir lirik itu mengerikan juga menurutku. Who do you think is the one who makes us step on, EVEN OUR CLOSE FRIENDS, to climb up? What? Kita dibikin menjadi individualis. Kita dibikin gak mengerti keadaan orang lain. Kadang aku ngeri, apakah temenku bener-bener temenku? Apakah mereka bener ngerti keadaanku ato mereka cuma bilang "iya" di depanku tapi dibelakang mereka nginjak aku seperti tangga buat naik ke atas *menurutmu naik itu kemana lagi, Fit?*? Akhir-akhir ini banyak banget tugas kelompokan. Hampir semua matkul. Sedangkan kondisi kesehatan gak sebaik biasanya yang bikin jadi jarang ikut kelompokan. Kadang sempet mikir, gimana kalo temenku gak peduli? Menyeramkan.
The grown-ups confess that we have it so easy
They say that we are happier than our portion
Then how do you explain my unhappiness?
There’s no conversation topics beside studying
Outside, there are so many kids like me, living the life of a puppet
Who will take responsibility?
They say that we are happier than our portion
Then how do you explain my unhappiness?
There’s no conversation topics beside studying
Outside, there are so many kids like me, living the life of a puppet
Who will take responsibility?
Kadang, kalo udah sampe poin dimana aku udah gak sanggup, aku cerita ke orang tua. Tapi, kadang jawabannya bukan bikin aku tambah tenang atau tambah lebih baik. Apalagi memotivasi. Semuanya sama "Yah itu sih namanya juga sudah tugasnya. Kamu masih lebih enak daripada bla bla bla...". Kalau seandainya sesederhana itu, lalu coba jelasin kenapa aku masih gak bahagia? Kalo aku memang masih lebih mending daripada A, kenapa aku masih merasa susah? Dear parents, kadang anakmu gak butuh kata-kata macam itu. Kadang kita lebih merasa baik ketika kalian bilang "Emang aneh dosenmu itu! Tugasnya keterlaluan banyaknya!". Gitu. Bukannya mau ngajak durhaka bersama, cuma kadang ada titik dimana orang tua harus mengerti anak to? *Siap-siap ditempeleng pas pulang ke rumah*
Semenjak kuliah, baru sekali dalam seumur hidupku dimana waktu kumpul sama temen-temenku bukan untuk nggosip ato bicarain tentang sesuatu yang kadang gak penting buat dibicarain anak seumuran kita. Semua yang kita bahas adalah tugas. Kuliah. Tugas. Kuliah. Paling kalo agak miring sedikit, kita bahas tentang Korea dimana itu nanti ujung-ujungnya bahas tugas dan kuliah lagi. Kadang, ini yang bikin aku sering kangen sama MAN 3. Sama-sama ada tugas, sama-sama banyak, tapi aku ngerasa beda. Karena, kalo udah diluar sekolah, apa yang kita bahas bukan lagi masalah sekolah, tapi nggosip. Ngomongin yang gak penting. Yang mungkin cuma dimengerti kami sendiri.
Aku yakin, bukan cuma aku yang ngerasain kayak gini. Bukan stres sih. Cuma capek aja. Jadi boneka. Melakukan sesuatu yang bahkan kamu gak tau. Hidup di mimpi orang lain. Lupa sama mimpimu sendiri. Nggak bahagia. Siapa yang bertanggung jawab? Kita sendiri? Atau orang yang membuat kita seperti mesin?
Kata terakhir, satu hal positif dari kuliah yang aku dapet. Paling gak dengan kuliah aku gak perlu capek-capek diet. Berat badan turun dengan otomatis sebanyak apapun aku makan. Pas puasa tahun lalu, pas liburan tiga bulan, berat badanku naik drastis sampe 56 kilo. Mungkin gak ada yang percaya, satu minggu setelah masuk, beratku turun 10 kilo sampe sekarang. Kuliah bikin aku tampil cantik. Thanks.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar